ini soal manajemen. ide ini muncul dari kedai kopi. ngobrol ngidul soal manajemen diri, kawan saya mengeluh giginya sakit. tapi sakitnya ilang saat ngobrol nyerempet soal rencananya menikah dan berbicara soal malam pertama. keasyikan tertawa tida-tiba ia merasakan giginya sakit.
“aduh, gigi saya sakit,” katanya.
itulah. saya mengingatkan dia. kita ini tak pernah berubah. dan tidak pernah belajar dari orang lain. bahwa kita selalu menggunakan manajemen sakit gigi, padahal itu adalah sebuah kesia-siaan. kenapa tidak? orang sakit gigi pasti selalu ingat untuk dicabut. padahal dalam kondisi sakit tak satupun dokter membolehkannya. dokter menganjurkan gigi yang sakit dicabut saat gigi tidak sakit lagi. tapi apa yang terjadi saat gigi tak sakit lagi? kita tak menghiraukannya dan membiarkan gigi itu mengingatkan untuk mencabutnya lagi saat gigi sakit. lalu kejadian berulang. minta cabut dan dokter melarang. inilah kita.
mestinya kita memang harus belajar dari manajemen bahan bakar sepeda motor atau mobil. pernahkah kita membiarkan teng minyak di sepeda motor atau mobil kosong dulu, kemudian baru diisi? tidak pernah bukan? jawabnya sudah pasti, “gengsi dong mendorong sepeda motor atau mobil”
kita terbiasa mengisi teng minyak kendaraan kita saat minyak belum habis. itu sebenarnya pelajaran yang luar biasa yang mesti kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. artinya manajemen bbm kendaraan ini bisa membantu kita dalam banyak hal. kita harus cepat bersiap saat kesulitan itu belum datang. artinya saat uang belum habis, carilah duit baru. saat gigi belum sakit, cabutlah gigi yang bermasalah. sama dengan bbm sepeda motor tadi, isilah sebelum habis. bila anda tidak ingin mendorongnya ke SPBU yang jaraknya tidak pasti. salam

batam, 28 juli 2008


ayah_faiz.jpg
ini bukan sebuah keluhan, tapi sebuah rasa yang saya alami saat menjadi ayah laksana menjadi ibu. sejak anakku faiz lahir hingga berusia dua tahun, faiz ditunggui iparku, tetapi sepekan lalu, iparku harus pulang ke padang. mau tidak mau faiz harus bersamaku dan aku menjaganya bak seorang ibu. aku mulai memperhatikannya sejak ia mulai bangun, hingga ia tidur siang. itu pun diselingin dengan aktivitas minum susu, makan, dan bermain. menjadi ayah laksana ibu membuat kedekatan emosionalku dengan faiz makin kuat. aku menjadi takjub dengan perkembangan anak dari hari ke aku menemukan apa yang disebut orang anak seusianya mengalami masa pertumbuhan yang lebih banyak merekam. ia banyak menirukan apa yang orang dewasa katakan dan kadang membuat kita malu. suatu ketika saat melihat aku tidur-tiduran, ia langsung minta aku bangun dengan bahasa orang dewasa, yang biasa dikatakan istriku, ketika aku malas-malasan bangun.
“yah bangun yah, kok tidur-tidur terus.” Continue reading ‘jadi ayah laksana jadi ibu’


hujan

13Mar08

Ini nyanyian musim. Tentang banjir. Tentang hujan yang selalu datang bermusim dan kita selalu tak bisa menerimanya dengan lapang dada.
Membiarkannya tumpah di gorong-gorong yang sempit, di jalan-jalan yang rendah, dan di rumah-rumah yang gamang. Hujan datang dan tak pernah ketuk pintu. Ia datang begitu saja, bersama angin, petir, bahkan tak terurai oleh waktu.
Nyanyian banjir. Senandung itu melantun lagi, di Batam. Di jalanan, di komplek perumahan, bahkan hingga dalam rumah, banjir membuat frustasi. Datang tak diundang, surut tak bisa diusir.
Dan kita hanya bisa meratap, persis seperti nyanyian banjir musim hujan tahun lalu. Dan kita tak pernah bisa membuatnya jera.(mairi nandarson)


 son-11.jpg

rasa periksa. kata ini terjemahan kasar dari bahasa padang raso-pareso. entah betul atau tidak saya tak terlalu peduli. saya hanya ingin mengatakan bahwa raso-pareso orang sekarang sangat tipis. kasarnya, saat ini banyak orang tak tahu-diri dan tidak punya perasaan.. pada lingkungan pekerjaan kantor, di ruang publik, bahkan di tempat-tempat khusus sekalipun.. Continue reading ‘raso-pareso …’


Habis cuti…

21Feb08

1910_2110_foto_faiz_om_le1467_.jpg

aku menjalani izin libur selama sepekan. aku tidak mendapat cuti, karena status kerja. tapi itu bagiku sudah cukup. tak ada alasan untuk izin libur kecuali untuk istirahat dari rutinitas kerja media yang tak kenal waktu, dan ingin dekat dengan anakku, faiz yang sudah memasuki usia di atas dua tahun. Continue reading ‘Habis cuti…’


 satu_tahun_faiz_6099.jpg

anakku faiz rahman aissati, jumat (1/2) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, bangun. kebetulan jam segitu aku baru pulang kerja. ia bangun dan menyapaku. “ayah!” Continue reading ‘kerinduan anak …’


tali gitar …

01Feb08

 g.jpg

tali gitar. ya ini bukan belajar musik. tapi soal filosofi kehidupan. saya awalnya tidak menyadari hal ini. Continue reading ‘tali gitar …’


 son21.jpg

sebenarnya aku ini guru. aku sudah mengantongi ijazah sarjana pendidikan. sahih sudah status aku ini untuk menjadi guru. tapi belum ada jalan nasib yang membawa aku menjadi guru yang sesungguhnya. Continue reading ‘masih mimpi ingin jadi guru’


puisi

05Oct07

son-4.jpg
aku memaksakan diri menulis puisi. sudah lama tidak melakukannya. ternyata bisa. Continue reading ‘puisi’


jam

03Oct07

 300-opt-watch-faces.jpg

setiap kali bertanya pada orang yang berbeda tentang jam, maka kita akan selalu mendapatkan waktu yang berbeda. Continue reading ‘jam’