blog

Bagi surat kabar di era modern internet adalah bagian dari nyawanya. Tanpa internet mustahil proses penerbitan sebuah surat kabar berjalan lancar. Tapi bukan teori ini yang hendak saya bahas, tetapi dari kebutuhan inilah, pengalaman berinternet saya lahir.
Saya menjadi wartawan saat masih tercatat sebagai mahasiswa di IKIP Padang atau Universitas Negeri Padang tahun 1999. Meski pernah menjadi wartawan kampus, tahun itu, sama sekali internet belum tersentuh oleh pengetahuan saya.
Saat bergabung dengan media harian Mimbar Minang, koran pertama milik Koperasi, saat itu, saya juga belum kenal internet. Awal-awal menjadi wartawan, dengan status mahasiswa dan bujangan, saya sering bermalam di kantor, alias melihat proses kerja redaksi koran saya sampai print terakhir. Koran tempat saya bekerja masih numpang cetak di Singgalang. Sehingga semua edisi yang akan dicetak harus di print kalkir untuk diserahkan ke percetakan. Saya menunggui itu sampai cetakan terakhir, yakni halaman depan satu. Selain untuk memastikan apakah berita yang saya tulis dimuat, juga untuk mengamati kerja redaksi para senior.
Saat itulah, saya melihat ruangan redaktur. Tapi perhatian saya bukan pada apa yang dibuka saat mencari berita internasional yang dilakukan para senior. Melainkan website yang dibuka iseng-iseng setelah pekerjaan hampir rampung. Waktu itu, laman paling sering terlihat adalah playboy. Mata bujang saya, melihat gambar-gambar bugil di situs dewasa itu jelas menumbuhkan ketertarikan.
Iseng-iseng saya memperhatikannya, dan diam-diam mencoba untuk membuka sendiri, saat tidur di kantor. beberapa kali gagal, tetapi kemudian berhasil. Wow.
Perhatian saya makin tertarik saat harian Mimbar Minang kemudian menerbitkan website. Saya pun mendpat email gratis dari website itu. Tetapi saat itu, kegunaan email belum begitu optimal. saya tidak tahu harus berkirim email dengan siapa. Perhatian saya masih pada laman-laman yang menyuguhkan sesuatu yang baru bagi saya.
Setelah itu, dua kali sepekan, saya menyempatkan diri ke warung internet di kantor pos. Meski saat itu masih mahal, saya terus menggunakan. Saya mulai mengenal laman-laman lain, dan laman-laman menggiurkan tadi tetap saja menjadi favorit. Saat itu saya kenal Satunet.Com, Astaga.Com, Boleh.com, Mandiri.com, dan sebagainya. Pertama kali bisa chating adalah saat menggunakan boleh.com. Saya merasa aneh saja, tapi menikmati chating di laman tersebut.
Menghabis waktu dua sampai tiga jam di internet, saya tidak merasa rugi, meski saya belum mendapatkan manfaat. Saban hari saya mengetahui, senior saya, Budi Putra (blogger) bisa membuat website. Padahal, saya tahu dia adalah sarjana dari jurusan sejarah. Saya tertarik dans ering diskusi. Saya ingin membuat website. Saya pun mendalami dengan membeli majalan bekas tentang teknologi informasi. Saat itu saya kenal bahasa JavaScript. Saya tidak paham istilah, tetapi dari petunjuk yang disebutkan, saya mencoba untuk berekperimen. Saat itu, lama Republika, saya copy ke notepad. Kemudian semua kata republika dalam sandi-sandi itu saya ganti nama saya: mairi nandarson. Kemudian saya simpan dalam bentuk HTML. Ajaib, laman Republika berganti menjadi halaman nama saya. Saya kaget, sekaligus senang. Tapi, tentu saja halaman itu tidak aktif. Tapi saya merasa telah mendapatkan ilmu membuat website. Meski mulai mengetahuinya, saya tidak mendalaminya lebih jauh.
**
Saya bukan blogger aktif. Tapi, saya punya banyak blog. Blog pertama yang saya buat adalah tahun 2004. Bukan WordPress atau Blogspot seperti kebanyakan dibuat orang sekarang. Tapi saya sudah tahu ada blog gratis tahun 2004 lewat majalah bernama blogdrive. Blog pertama saya bikin adalah menyimpan kata-kata mutiara yang saya hobby menulisnya dan menyimpannya. Saya buatlah blog http://mutiara.blogdrive.com/, tidak cukup puas dengan blog itu, saya kemudian membuat blog puisi, kebetulan saat itu saya suka menulisnya. Saya buatlah http://mnandarson.blogdrive.com. Tapi, karena saat itu, blog masih sesuatu yang aneh, dan belum banyak dikenal, saya juga sulit memajang dan mempromosikan kepada kawan-kawan. Saya pun tidak terlalu aktif membukanya hingga saya sampai lupa pasword untuk masuk ke blog saya sendiri.
Tapi semangat membuat blog saya kembali bangkit saat demam blog melanda. Saya tidak ingat persis tahunnya. Tapi saya meng-update semua berita-berita tentang Chelsea, karena saya menyukai klub tersebut. Setiap hari saya update di blog yang saya berinama frombatamforchelsea di wordpress. Tapi blog ini, kemudian saya hapus. Saya memilih untuk membuat blog baru, untuk menyimpan kartun saya, kebetulan, saya juga hobby membuat kartun dan sejumlah kartun saya dimuat di berbagai media. Beberapa kartun saya yang tidak dimuat atau yang sudah dimuat saya muat di blog ini: http://nandarson.wordpress.com/ Di blog ini, saya mulai promosi dan berkenalan dengan sesama kartunis, dan teman-teman blogger.
Senang rasanya setiap kartun yang saya muat di blog mendapat komentar dari kawan-kawan bahwa entah dari mana dan siapa dia. Saya senang, karena hobby kartun saya tersalurkan dan orang mendapatkan hiburan dari kartun-kartun itu.
Berhenti? Tidak saya membuat blog hal-hal unik di ranahrantau.wordpress.com, blog ini juga tidak sering update, tetapi saya senang mengumpulkannya. Blog saya yang lainnya adalah batambetah.wordpress.com tentang Batam.
Apakah saya blogger? Saya tidak mengklaim, tetapi manfaat dari blogger banyak sekali. Saya tidak menemukan kawan, tetapi banyak kawan-kawan menemukan saya dari blog yang saya buat, kemudian berkomentar dan saya bisa berkomunikasi dengan mereka. Luar biasa bukan.(mairi nandarson)


ini soal manajemen. ide ini muncul dari kedai kopi. ngobrol ngidul soal manajemen diri, kawan saya mengeluh giginya sakit. tapi sakitnya ilang saat ngobrol nyerempet soal rencananya menikah dan berbicara soal malam pertama. keasyikan tertawa tida-tiba ia merasakan giginya sakit.
“aduh, gigi saya sakit,” katanya.
itulah. saya mengingatkan dia. kita ini tak pernah berubah. dan tidak pernah belajar dari orang lain. bahwa kita selalu menggunakan manajemen sakit gigi, padahal itu adalah sebuah kesia-siaan. kenapa tidak? orang sakit gigi pasti selalu ingat untuk dicabut. padahal dalam kondisi sakit tak satupun dokter membolehkannya. dokter menganjurkan gigi yang sakit dicabut saat gigi tidak sakit lagi. tapi apa yang terjadi saat gigi tak sakit lagi? kita tak menghiraukannya dan membiarkan gigi itu mengingatkan untuk mencabutnya lagi saat gigi sakit. lalu kejadian berulang. minta cabut dan dokter melarang. inilah kita.
mestinya kita memang harus belajar dari manajemen bahan bakar sepeda motor atau mobil. pernahkah kita membiarkan teng minyak di sepeda motor atau mobil kosong dulu, kemudian baru diisi? tidak pernah bukan? jawabnya sudah pasti, “gengsi dong mendorong sepeda motor atau mobil”
kita terbiasa mengisi teng minyak kendaraan kita saat minyak belum habis. itu sebenarnya pelajaran yang luar biasa yang mesti kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. artinya manajemen bbm kendaraan ini bisa membantu kita dalam banyak hal. kita harus cepat bersiap saat kesulitan itu belum datang. artinya saat uang belum habis, carilah duit baru. saat gigi belum sakit, cabutlah gigi yang bermasalah. sama dengan bbm sepeda motor tadi, isilah sebelum habis. bila anda tidak ingin mendorongnya ke SPBU yang jaraknya tidak pasti. salam

batam, 28 juli 2008


ayah_faiz.jpg
ini bukan sebuah keluhan, tapi sebuah rasa yang saya alami saat menjadi ayah laksana menjadi ibu. sejak anakku faiz lahir hingga berusia dua tahun, faiz ditunggui iparku, tetapi sepekan lalu, iparku harus pulang ke padang. mau tidak mau faiz harus bersamaku dan aku menjaganya bak seorang ibu. aku mulai memperhatikannya sejak ia mulai bangun, hingga ia tidur siang. itu pun diselingin dengan aktivitas minum susu, makan, dan bermain. menjadi ayah laksana ibu membuat kedekatan emosionalku dengan faiz makin kuat. aku menjadi takjub dengan perkembangan anak dari hari ke aku menemukan apa yang disebut orang anak seusianya mengalami masa pertumbuhan yang lebih banyak merekam. ia banyak menirukan apa yang orang dewasa katakan dan kadang membuat kita malu. suatu ketika saat melihat aku tidur-tiduran, ia langsung minta aku bangun dengan bahasa orang dewasa, yang biasa dikatakan istriku, ketika aku malas-malasan bangun.
“yah bangun yah, kok tidur-tidur terus.” Continue reading ‘jadi ayah laksana jadi ibu’


hujan

13Mar08

Ini nyanyian musim. Tentang banjir. Tentang hujan yang selalu datang bermusim dan kita selalu tak bisa menerimanya dengan lapang dada.
Membiarkannya tumpah di gorong-gorong yang sempit, di jalan-jalan yang rendah, dan di rumah-rumah yang gamang. Hujan datang dan tak pernah ketuk pintu. Ia datang begitu saja, bersama angin, petir, bahkan tak terurai oleh waktu.
Nyanyian banjir. Senandung itu melantun lagi, di Batam. Di jalanan, di komplek perumahan, bahkan hingga dalam rumah, banjir membuat frustasi. Datang tak diundang, surut tak bisa diusir.
Dan kita hanya bisa meratap, persis seperti nyanyian banjir musim hujan tahun lalu. Dan kita tak pernah bisa membuatnya jera.(mairi nandarson)


 son-11.jpg

rasa periksa. kata ini terjemahan kasar dari bahasa padang raso-pareso. entah betul atau tidak saya tak terlalu peduli. saya hanya ingin mengatakan bahwa raso-pareso orang sekarang sangat tipis. kasarnya, saat ini banyak orang tak tahu-diri dan tidak punya perasaan.. pada lingkungan pekerjaan kantor, di ruang publik, bahkan di tempat-tempat khusus sekalipun.. Continue reading ‘raso-pareso …’


Habis cuti…

21Feb08

1910_2110_foto_faiz_om_le1467_.jpg

aku menjalani izin libur selama sepekan. aku tidak mendapat cuti, karena status kerja. tapi itu bagiku sudah cukup. tak ada alasan untuk izin libur kecuali untuk istirahat dari rutinitas kerja media yang tak kenal waktu, dan ingin dekat dengan anakku, faiz yang sudah memasuki usia di atas dua tahun. Continue reading ‘Habis cuti…’


 satu_tahun_faiz_6099.jpg

anakku faiz rahman aissati, jumat (1/2) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, bangun. kebetulan jam segitu aku baru pulang kerja. ia bangun dan menyapaku. “ayah!” Continue reading ‘kerinduan anak …’


tali gitar …

01Feb08

 g.jpg

tali gitar. ya ini bukan belajar musik. tapi soal filosofi kehidupan. saya awalnya tidak menyadari hal ini. Continue reading ‘tali gitar …’


 son21.jpg

sebenarnya aku ini guru. aku sudah mengantongi ijazah sarjana pendidikan. sahih sudah status aku ini untuk menjadi guru. tapi belum ada jalan nasib yang membawa aku menjadi guru yang sesungguhnya. Continue reading ‘masih mimpi ingin jadi guru’


puisi

05Oct07

son-4.jpg
aku memaksakan diri menulis puisi. sudah lama tidak melakukannya. ternyata bisa. Continue reading ‘puisi’