jam
setiap kali bertanya pada orang yang berbeda tentang jam, maka kita akan selalu mendapatkan waktu yang berbeda. perbedaan mungkin tidak terlalu besar, hanya berkisar menit. tapi untuk sebuah ukuran waktu, tetap harus ada kata pasti, karena banyak kegiatan yang terjadwal dengan waktu. mulai dari aktifitas kantor, usaha, sosial, relationship, hingga ke persoalan agama, waktu sangat menentukan. sulit diterima ketika kita memaksakan waktu yang kita pegang sebagai ukuran, tanpa tahu alasan apa yang membuat kita menjadikan waktu itu sebagai patokan. ada orang mengambil waktu siaran televisi dengan ukuran jadal tayang berita, tetapi tidak semua televisi yang menyiarkan berita pada waktu yang sama, meski diklaim dengan jadwal yang sama. lantas televisi mana yang betul. ada yang berpatokan dengan radio. siaran berita di radio menentukan waktu tertentu. sama seperti televisi, radio juga tidak punya patokan waktu yang tepat satu sama lainnya. inilah yang membuat aku berpikir, saat waktu berbuka dipatok sebuah radio, kemudian diikuti umat lain, sementara radio lain belum. mana yang betul? tidak penuh kah puasa? dan banyak pertanyaan yang muncul setelah itu. umat? tak ada yang bertanya. orang yang berpuasa tak peduli, hanya dengan patokan satu radio yang memukul bedug berbuka dan mengumandangkan azan adalah anda untuk berbuka. tak bandingan. tak ada ukuran. jam dinding rumah sekalipun sering diabaikan saat bedug dan azan sudah disuarakan radio. mau ikut mana? terserah. sebuah jawaban yang wallahualam, tak ada pertanggungjawaban.
(mairi nandarson)
Batam, 3 Oktober 2007
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment


No Responses Yet to “jam”