Archive for February, 2008
raso-pareso …
rasa periksa. kata ini terjemahan kasar dari bahasa padang raso-pareso. entah betul atau tidak saya tak terlalu peduli. saya hanya ingin mengatakan bahwa raso-pareso orang sekarang sangat tipis. kasarnya, saat ini banyak orang tak tahu-diri dan tidak punya perasaan.. pada lingkungan pekerjaan kantor, di ruang publik, bahkan di tempat-tempat khusus sekalipun..
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
Habis cuti…
aku menjalani izin libur selama sepekan. aku tidak mendapat cuti, karena status kerja. tapi itu bagiku sudah cukup. tak ada alasan untuk izin libur kecuali untuk istirahat dari rutinitas kerja media yang tak kenal waktu, dan ingin dekat dengan anakku, faiz yang sudah memasuki usia di atas dua tahun.
Filed under: yang mengalir | 1 Comment
kerinduan anak …
anakku faiz rahman aissati, jumat (1/2) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, bangun. kebetulan jam segitu aku baru pulang kerja. ia bangun dan menyapaku. “ayah!”
Filed under: yang mengalir | 1 Comment
tali gitar …
tali gitar. ya ini bukan belajar musik. tapi soal filosofi kehidupan. saya awalnya tidak menyadari hal ini.
Filed under: yang mengalir | 5 Comments
masih mimpi ingin jadi guru
sebenarnya aku ini guru. aku sudah mengantongi ijazah sarjana pendidikan. sahih sudah status aku ini untuk menjadi guru. tapi belum ada jalan nasib yang membawa aku menjadi guru yang sesungguhnya.
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
