kerinduan anak …

01Feb08

 satu_tahun_faiz_6099.jpg

anakku faiz rahman aissati, jumat (1/2) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, bangun. kebetulan jam segitu aku baru pulang kerja. ia bangun dan menyapaku. “ayah!”
awalnya ia hanya berbaring dan melirik-lirik aku. tak lama kemudian ia bercerita bahwa ia jatuh saat bermain di taman depan rumah pada sore hari. ia bercerita bahwa kakinya sakit sambil menunjukkan beberapa bekas luka, yang sebetulnya luka akibat jatuh saat bermain sebelumnya. aku dengarkan dengan seksama sembari memberikan sikap simpati.
aku juga meladeninya dengan mengingatkannya untuk berhitung dalam bahasa inggris yang ia kenal lewat film cartoon Dora Explorer.
Ia pun berhitung dalam bahasa inggris versinya sebagai anak berusia dua tahun… wan, tu, tri, fo, faf, cik, ven, ek, nen, ten.. kemudian ia berdiri melompat dan berteriak horee..
setelah itu melompati tubuhku dan duduk di tubuhku yang terbaring. biasanya ia mengatakan, naik kuda ya.. maksudnya main kuda-kudaan.. tapi faiz belum mengatakan kalimat itu, ketika ia kemudian muntah.. duhhhh.. tapi ia masih berusaha untuk mengatakan apa yang ia alami.. “muntah yah…”.
faiz kami beri minum. bersama istriku yang juga sudah terjaga, badannya dibalurin minyak angin. ia kembali bermain.. tak terlihat bahwa faiza barusan mengalami muntah.. ia teus berusaha bercerita dan menyampaikan apa yang ada di benakknya..hingga aku akhirnya tak bisa menahan kantuk..aku mungkin sudah sempat tertidur, karena beberapa saat kemudian saat aku tersentak, aku masih dengar ia bercerita yang tak bisa kutangkap isinya…tapi pagi saat bangun tidur, kudapati ia tertidur pulas di sampingiku, tapi tak lama setelah aku bangun dan menyelesaikan shalat subuh, faiz juga bangun..pertemananku dengan faiz hanya berlangsung 30 menit setelah bangun tidur. itupun diisi dengan mandi dan berpakaian, setelah itu aku berangkat ke kantor usai mengantar istriku, bunda faiz..
aku sempat melamun pagi, kenapa faiz begitu ingin bercerita di pagi buta itu? temanku -eddy messakh- yang juga mengalami hal yang sama mengatakan, mungkin itu bentuk protes anak pada kita, atau bentuk keinginan yang sesungguhnya.
kupikir benar juga. faiz mungkin sangat mendambakan untuk bisa bermain, bercerita, dan bercanda dengan aku, ayahnya. mungkin ia berharap aku punya waktu lebih banyak bersamanya..

About these ads


One Response to “kerinduan anak …”

  1. Ih, terenyuh banget ika bacanya! Kasihan Bang Son kalau lihat Faiz kayak begitu. Demi bisa menjaga komunikasi dengan ayahnya, dibela-belainnya dia ikutan bangun dini hari begitu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: