masih mimpi ingin jadi guru
sebenarnya aku ini guru. aku sudah mengantongi ijazah sarjana pendidikan. sahih sudah status aku ini untuk menjadi guru. tapi belum ada jalan nasib yang membawa aku menjadi guru yang sesungguhnya. aku masih terus bermimpin ingin menjadi guru. aku ingin berada di depan kelas, memberikan sesuatu yang menurutku layak diberikan kepada orang lain yang kini disebut sebagai murid, siswa, atau audiens. saya tidak peduli kapan itu akan tercapai, tetapi proses menuju itu akan selalu aku coba, meski kadang terbentur dengan disiplin ilmu yang tertera di ijazah. aku tidak tahu, apakah aku yang salah memilih ijazah, atau aku memilih tempat yang salah. yang jelas disiplin ilmu yang kumiliki tak punya tempat pengaplikasian. menyedihkan bukan?
tapi aku tidak berpikir itu. bagiku banyak tempat yang bisa mewujudkan keinginan untuk menjadikan aku guru. mewujudkan mimpi itu. belajar banyak hal dan menularkan kepada orang lain tetap bisa mengantar aku menjadi guru. mimpi itulah yang kutuangkan dalam sebuah puisi berjudul, “mak aku jadi guru”. puisi ini kemudian dinobatkan PLN dalam lomba yang diselenggarakannya, sebagai juara kedua. senang. tentu saja. tapi itu baru sebuah mimpi yang kutuangkan dalam bentuk puisi. belum berwujud. meski banyak peluang yang bermunculan, tapi masih saja muncul keraguan, apakah orang percaya bahwa aku punya kemampuan di luar yang tertulis di ijazah? aku ingin orang percaya. tapi siapa yang bisa mendukungnya? entahlah.
ini puisinya. puisi tentang mimpi itu. mimpi menjadi guru.
mak aku jadi guru
/listrik mengajariku
puisi mairi nandarson
1
menjelang tidur
saat usiaku masih belia
mak selalu melempar tanya
tentang mimpiku
tentang anganku
“nak, kalau kau besar nanti mau jadi apa?”
aku selalu suka menjawabnya
dan mengatakan anganku
“aku ingin jadi guru mak!”
tapi mak berhenti melempar kata
membiarkan aku menunggu
padahal aku berharap
mak akan bertanya:
“kenapa?”
2
sebelum senja
saat langit melepas siang
mak memberi sebuah lampu minyak
di atas meja, di dekat buku-buku
tempat aku biasa membaca
tak ada pesan
tapi malam kulewati dengan meretas ilmu
menelusuri cakrawala
sampai pelitanya redup
sebelum malam larut
3
mak tak pernah berkata
tentang langkah
tentang mimpi
tentang asa yang pernah kusapa
membiarkan aku hanyut
dan melempar sauh
sejauh yang kubisa
4
aku rindu suara-suara
lama aku tidak jumpa
ranah telah kutinggal
menjenguk rantau
menatap bilik hidup yang lebih luas
kubiarkan hari berlalu
tak kuhitung detak jantung
kusimpan masa lalu
kutanam angan:
menuju hidup yang baik
5
dari buku kutulis dunia
kabarkan langit
kejar ilmu
sampai larut
di ruang terang
di dunia yang benderang
kutikam mimpi
ku selami maya
berselancar ke dunia lain
menyerpihnya
dalam file-file kehidupan
6
pagi yang awal
kuseduh sejumput pesan
kukatakan dengan rasa
pada sesiapa yang datang menatap
kutitipkan pesan:
listrik telah mengubahku
lampu minyak
telah padam
tapi kusimpan
dalam hati
7
tanpa surat
sebuah pesan telah terkirim
“mak!
aku jadi guru
listrik mengajariku
mencari ilmu.”
Batam, Agustus 2007
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment

No Responses Yet to “masih mimpi ingin jadi guru”