raso-pareso …
rasa periksa. kata ini terjemahan kasar dari bahasa padang raso-pareso. entah betul atau tidak saya tak terlalu peduli. saya hanya ingin mengatakan bahwa raso-pareso orang sekarang sangat tipis. kasarnya, saat ini banyak orang tak tahu-diri dan tidak punya perasaan.. pada lingkungan pekerjaan kantor, di ruang publik, bahkan di tempat-tempat khusus sekalipun..
ada kecenderungan orang kini hanya berpikir bagaimana ia mendapatkan yang ia inginkan tanpa memikirkan apa yang dirasakan orang lain atas apa yang ia lakukan. ia hanya memikirkan bagaimana ia tidak perlu banyak bekerja dengan mendapatkan gaji yang sebesar-besarnya, tanpa memikirkan orang bekerja keras dengan gaji yang kecil. orang hanya berpikir bagaimana ia hanya bisa menjalani sesuatu yang menurutnya enak dilakukan tanpa pernah memikirkan bahwa orang lain terganggu oleh kesenangannya.
sebutlah di kantor, adakah orang berpikir ingin mendapat pekerjaan lebih? tidak. semua karyawan di kantor berharap mendapatkan pekerjaan seringan-ringannya dan berharap bisa pulang lebih cepat. tapi tahukah anda saat gaji telat, ia justru paling rame melakukan protes? ia pula yang paling ngotot untuk mengoreksi kebijakan perusahaan dan ia pula yang paling getol mengeluh tentang kebijakan di kantor. orang ini sama sekali tidak pernah memiliki timbangan apakah yang ia kerja sudah seimbang dengan apa yang ia dapatkan..
soal rasa.. anda pernah sakit? saat masih berada di lingkungan sosial pekerjaan atau sebuah aktivitas, rasanya kita merasa tercampak, ketika kawan-kawan tidak mengacuhkan kita. rasanya kita merasa tak berharga saat kawan-kawan tak mau tahu dengan apa yang kita rasakan. celakanya, rasa simpatik orang baru tumbuh ketika kita sudah berada di meja operasi, masuk ruang gawat darurat, atau terpaksa nginap di rumah sakit berhari-hari..kasian deh. bayangkan kalau kita nggak punya duit, nggak bisa masuk rumah sakit, separah apapun sakit kita tentu tak akan ada yang memperhatikan kita.. duh tercampak rasanya diri ini ….
nah di ruang publik raso-pareso itu juga tak ada. adan pasti sudah tahu larangan merokok ada di sejumlah tempat. tapi bagi rokok mania, kegiatan yang satu ini tak pernah memandang papan- stiker-pamflet-reklame larangan merokok, karena baginya hanya bisa merokok.. orang lain yang tak suka merokok, tak pernah dipedulikan, bahkan sama sekali tidak peduli kendati orang juga sudah batuk-batuk karena asap rokoknya dan ada anak kecil di lingkungannya..aneh, kita ini kian hari memang seperti tak pernah punya rasa, kasarnya tak punya perasaan pada orang lain.. yang kita inginkan adalah menyenangkan hati sendiri.. dan mengabaikan perasaan orang lain…
sampai kapan kita akan seperti ini? walahualam…
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment

No Responses Yet to “raso-pareso …”