hujan

13Mar08

Ini nyanyian musim. Tentang banjir. Tentang hujan yang selalu datang bermusim dan kita selalu tak bisa menerimanya dengan lapang dada.
Membiarkannya tumpah di gorong-gorong yang sempit, di jalan-jalan yang rendah, dan di rumah-rumah yang gamang. Hujan datang dan tak pernah ketuk pintu. Ia datang begitu saja, bersama angin, petir, bahkan tak terurai oleh waktu.
Nyanyian banjir. Senandung itu melantun lagi, di Batam. Di jalanan, di komplek perumahan, bahkan hingga dalam rumah, banjir membuat frustasi. Datang tak diundang, surut tak bisa diusir.
Dan kita hanya bisa meratap, persis seperti nyanyian banjir musim hujan tahun lalu. Dan kita tak pernah bisa membuatnya jera.(mairi nandarson)



No Responses Yet to “hujan”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply