Archive for the 'yang mengalir' Category
manajemen berkendaraan
ini soal manajemen. ide ini muncul dari kedai kopi. ngobrol ngidul soal manajemen diri, kawan saya mengeluh giginya sakit. tapi sakitnya ilang saat ngobrol nyerempet soal rencananya menikah dan berbicara soal malam pertama. keasyikan tertawa tida-tiba ia merasakan giginya sakit.
“aduh, gigi saya sakit,” katanya.
itulah. saya mengingatkan dia. kita ini tak pernah berubah. dan tidak pernah [...]
Filed under: yang mengalir | 2 Comments
jadi ayah laksana jadi ibu
ini bukan sebuah keluhan, tapi sebuah rasa yang saya alami saat menjadi ayah laksana menjadi ibu. sejak anakku faiz lahir hingga berusia dua tahun, faiz ditunggui iparku, tetapi sepekan lalu, iparku harus pulang ke padang. mau tidak mau faiz harus bersamaku dan aku menjaganya bak seorang ibu. aku mulai memperhatikannya sejak ia mulai bangun, hingga [...]
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
hujan
Ini nyanyian musim. Tentang banjir. Tentang hujan yang selalu datang bermusim dan kita selalu tak bisa menerimanya dengan lapang dada.
Membiarkannya tumpah di gorong-gorong yang sempit, di jalan-jalan yang rendah, dan di rumah-rumah yang gamang. Hujan datang dan tak pernah ketuk pintu. Ia datang begitu saja, bersama angin, petir, bahkan tak terurai oleh waktu.
Nyanyian banjir. [...]
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
raso-pareso …
rasa periksa. kata ini terjemahan kasar dari bahasa padang raso-pareso. entah betul atau tidak saya tak terlalu peduli. saya hanya ingin mengatakan bahwa raso-pareso orang sekarang sangat tipis. kasarnya, saat ini banyak orang tak tahu-diri dan tidak punya perasaan.. pada lingkungan pekerjaan kantor, di ruang publik, bahkan di tempat-tempat khusus sekalipun..
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
Habis cuti…
aku menjalani izin libur selama sepekan. aku tidak mendapat cuti, karena status kerja. tapi itu bagiku sudah cukup. tak ada alasan untuk izin libur kecuali untuk istirahat dari rutinitas kerja media yang tak kenal waktu, dan ingin dekat dengan anakku, faiz yang sudah memasuki usia di atas dua tahun.
Filed under: yang mengalir | 1 Comment
kerinduan anak …
anakku faiz rahman aissati, jumat (1/2) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, bangun. kebetulan jam segitu aku baru pulang kerja. ia bangun dan menyapaku. “ayah!”
Filed under: yang mengalir | 1 Comment
tali gitar …
tali gitar. ya ini bukan belajar musik. tapi soal filosofi kehidupan. saya awalnya tidak menyadari hal ini.
Filed under: yang mengalir | 5 Comments
masih mimpi ingin jadi guru
sebenarnya aku ini guru. aku sudah mengantongi ijazah sarjana pendidikan. sahih sudah status aku ini untuk menjadi guru. tapi belum ada jalan nasib yang membawa aku menjadi guru yang sesungguhnya.
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
puisi
aku memaksakan diri menulis puisi. sudah lama tidak melakukannya. ternyata bisa.
Filed under: yang mengalir | 2 Comments
jam
setiap kali bertanya pada orang yang berbeda tentang jam, maka kita akan selalu mendapatkan waktu yang berbeda.
Filed under: yang mengalir | Leave a Comment
